Senin, 03 Maret 2014

Artikel Psikologi Kepribadian

Kepribadian atau Personality


Istilah personality berasal dari kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain.
Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
Sedangkan personality menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.
Allport juga mendefinisikan personality sebagai susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamis dalam diri individu, yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungan. Sistem psikofisik yang dimaksud Allport meliputi kebiasaan, sikap, nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif yang bersifat psikologis tetapi mempunyai dasar fisik dalam kelenjar, saraf, dan keadaan fisik anak secara umum.  
Dari beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Kepribadian merupakan suatu susunan system psikofosok ( psikis dan fisik) yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku  yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain.

Contoh – Contoh kepribadian dalam realita kehidupan sehari – hari :
kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.
Beberapa Faktor – Faktor Kepribadian

Faktor pembentuk kepribadian:
1. Pembawaan/ Warisan biologis.
2. Lingkungan Fisik/ Alam.
3. Faktor Sosial.
4. Faktor Kelompok.
Media sosialaisasi pembentukan kepribadian:
1. Keluarga.
2. Sekolah.
3. Teman sepermainan.
4. 
Sosialisasi di Lingkungan Kerja.
5. Sosialisasi Melalui Media Massa.
6. Masyarakat secara umum.
Tahap pembentukan Kepribadian:
1. Persiapan/ Prepatory stage.
2. Tahap Meniru/ Play stage.
3. Tahap Sikap Bertindak/ Game Stage.
4. Tahap Penerimaan Norma Kolektif/ Generalized Other.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar